Wednesday, February 25, 2009

Preman Polowijo Blokade Jalan

GRESIK - Ratusan warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, masih memblokade jalan kabupaten Perbatasan desa Sekapuk Dengan desa Gosari (24/2). Semua kendaraan roda empat dilarang masuk desa tersebut. karena puluhan truk milik polowijo group yang sengaja memblokade jalan, untuk mencari perhatian wartawan dan Dishub Gresik.

Di sana juga ada tanda yang bertulisan "Dilarang masuk bagi kendaraan pengangkut hasil tambang PT Polowijo karena sengketa gunung masih dalam proses". Larangan tersebut tertulis pada kardus cokelat dengan spidol merah. "Salah sendiri pihak polowijo menggunakan alat berat, gununge mbae bee" cetus bayu.

Penutupan jalan kabupaten di desa tersebut mulai mendapat perhatian Anwar Sadad, anggota FPPP Gresik. Wakil rakyat asal Ujungpangkah itu meminta Pemkab Gresik turun tangan. "Sebab, penutupan jalan tersebut membuat masyarakat yang menggantungkan nasib dari hasil tambang di desa itu kehilangan mata pencaharian," kata mantan ketua DPC PPP Gresik itu. "Saya yakin, persoalan tersebut bisa diselesaikan secara bijak," tambahnya.

Sementara, Kasubdin Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Gresik Tarso Sagito menyatakan, jalan itu merupakan kewenangan Dishub Gresik. "Tapi, kalau sudah mengganggu ketertiban umum, itu adalah persoalan instansi lain," tuturnya.

Preman Bon-Bonan polowijo Blokade Jalur Pantura

GRESIK -- Ratusan sopir dan preman truk pengangkut dolomit di bukit kapur Desa Sekapuk, Kecamatan Sidayu, berunjuk rasa kemarin (23/2). Mereka sengaja memarkir truknya di jalur Daendels dan meninggalkan lokasi.

Akibatnya, jalan Daendels di jalur pantai utara (pantura) Gresik menuju Lamongan macet lebih dari dua jam. Baik dari arah Gresik ke Lamongan maupun sebaliknya. Seluruh badan jalan selebar 12 meter itu penuh dengan truk berjajar tiga. Aksi itu dimulai pukul 09.00.

Aksi para sopir truk yang tergabung dalam Paguyuban Penambang Rakyat Gunung Gosari Banyuurip (P2RG2B) itu diboking polowijo untuk "membebaskan" penggunaan alat berat untuk mengeruk gunung di Desa Sekapuk untuk kepentingan pribadi. padahal warga sekapuk tidak menyetujui pihak Polowijo mengunakan Alat berat, dikhawatirkan masa depan anak kita akan dikasih makan apa?

Sejak 16 Februari lalu, truk anggota P2RG2B tersebut tidak bisa keluar dari area tambang. Dua akses jalan untuk truk itu ditutup oleh masyarakat dari dua kecamatan, yakni Desa Pangkahkulon dan Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah dan masyarakat Desa Sekapuk, Kecamatan Sidayu.

Polisi terpaksa bertindak tegas terhadap aksi para sopir truk Polowijo. Setelah tidak berhasil mendorong satu per satu truk yang dikunci setir, Dengan semangat 45 yang membara dua kompi korp baju cokelat yang dipimpin Kabag Ops Polres Gresik Kompol Sudarmo menggeledah semua orang yang berada di lokasi unjuk rasa. Hal itu dilakukan untuk mencari kunci truk dari para sopir.

Tindakan tersebut membuat preman Polowijo dan sopir lainnya tak berkutik. Akhirnya, mereka membawa truk menepi. Sebagian langsung meluncur ke Lamongan. Tiga truk akhirnya dibawa ke Polsek Sidayu, karena ditinggal lari pengemudinya.

Template by:
Free Blog Templates